Showing posts with label Fun. Show all posts

Wednesday, December 30, 2020

Solusi Gagal Boot BIOS Lenovo G480

  2 comments
December 30, 2020

Windows 10 Ultimate Professional Enterprise Limited Editions.


 

To the point aja, solusinya adalah flash ulang BIOS.


Tapi kan tidaklah seru kalau nge-blog cuman sebaris doang isinya... hehehe. Begini ceritanya, eh tapi tunggu dulu... di penghujung tahun 2020, masih pakai Lenovo G480...!?


Bukannya tidak ada DANA, OVO, maupun GOPAY. Tapi aku termasuk penganut kepercayaan yang paling sesat di dunia ini yaitu, "if it ain't broke, don't fix it". Yang kurang lebih berarti, "jika tidak ada uang, jangan beli laptop yang baru..." hehehe. Walaupun bukan termasuk seri premium, laptop ini cukup awet. Terhitung delapan tahun sudah, dengan upgrade disana-sini, gonta-ganti harddisk dan kipas.


Beberapa bulan yang lalu, tiba-tiba aku tergiur ingin mencoba Android TV Box yang harganya tidak sampai setengah juta. Setelah dipakai, barulah tahu kalau prosesor pada unit ini terkenal mudah panas, yang biasa dikenal dengan istilah overheat. Sialnya lagi, hampir semua Android TV Box itu fan-less. Benar saja, baru dipakai streaming sudah nge-lag. Walaupun terbilang CPU terbaru dikelasnya untuk Android TV Box, kalau performanya begini ya percuma. Setelah nyari sana-sini, akhirnya ketemu juga situs resminya... Dan beberapa OTA update kemudian, masalahnya tetap sama.


Singkat cerita, di forum Rusia terdapat beberapa unofficial firmware yang patut dicoba. Sayang seribu sayang, firmware hanya bisa di flash dengan Windows. Disinilah masalah baru, yang baru lagi bermula... Aku putuskan untuk tidak mengubah formasi 1TB+2TB dilaptop yang tentunya ada Arch Linux bersemayam disitu, cukup copot kedua harddisk, pasang 120GB harddisk untuk dikorbankan dan install Windows 10, beres dah. Tidak semudah itu ferguso... pengetahuanku yang minim akan sistem operasi yang katanya terbaik sejagat raya Matrix -yang bilang gitu siapa huh?-, ternyata memiliki bugs legendaris yaitu sering gagal instalasi melalui Flashdisk. Setelah install ulang beberapa kali, entah kenapa tiba-tiba terbesit ide untuk mengubah tipe partisi dari MBR ke GPT yang nantinya memicu aktivasi secure boot dan lucunya "merusak" BIOS Lenovo G480.


Gejala umumnya sebagai berikut, tidak dapat masuk ke BIOS dengan menekan F2 saat booting dan tidak dapat mengganti urutan booting media penyimpanan dengan menekan F12 saat booting, biasanya disertai seperti layar agak berkedip-kedip. Gejala penyerta kebanyakannya seperti adanya perasaan jengkel disertai amarah karena setelah bertahun-tahun tidak memakai Windows malah disuguhkan sambutan seperti ini. Sudah gagal install malah merusak BIOS pula, seperti kata pepatah, "sudah jatuh, tertimpa janda pula"... hehehe


Entah kenapa, hasil searching google menemui jalan buntu semua, alias tidak ada solusi yang mengena. Alih-alih mencari solusi yang mudah tapi malah tidak ketemu, ya sudahlah flash ulang BIOS. Tapi tahukah anda jika flashing BIOS untuk laptop Lenovo hanya bisa dilakukan dengan Windows saja?... -tanya kenapa!?-. Setelah menghancurkan partisi GPT dan merubahnya kembali ke MBR, lalu menginstall Windows 7 -ya, kali ini bukan 10-, sampailah pada tahap paling penting.


Sebelumnya perlu diketahui bahwa flashing BIOS itu termasuk tindakan yang beresiko tinggi, yah paling parah mungkin perlu mengganti chip ic BIOS nya. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan.

* Pastikan sumber daya listrik tidak terputus saat flashing, dapat menggunakan UPS atau pasang saja baterai laptopnya. Walaupun kondisi baterai sudah drop pun tidak masalah, setidaknya masih bisa nyala 30 menit saja.

* Matikan aplikasi keamanan seperti antivirus dsb.

* Matikan koneksi internet, untuk menghindari auto update yang berjalan dilatar belakangan.

* Tutup semua aplikasi.

* Pastikan tool / aplikasi flashing sesuai dengan arsitektur sistem operasinya, kalau Windows 7 32bit ya pakai yang sesuai.


File BIOS nya dapat diunduh pada situs resmi Lenovo, terakhir terdapat pembaharuan pada tahun 2017 dan rupanya untuk update BIOS versi terbaru hanya bisa dilakukan dengan Windows 7. Unduh versi 62CN44WW.


https://pcsupport.lenovo.com/ar/id/products/laptops-and-netbooks/lenovo-g-series-laptops/lenovo-g480-notebook/downloads/driver-list/component?name=BIOS


Caranya cukup mudah, cukup jalankan tool tersebut dan reboot. Eh jangan lupa konfigurasi BIOS dulu setelahnya ya.

Read More

Tuesday, November 8, 2016

Steam Dev Days 2016

  No comments
November 08, 2016

Steam Dev Days 2016.


Videonya dapat dilihat di Steam atau Youtube

Aku bukan developer game, kenapa harus peduli?
Tidak harus tentunya, akan tetapi melalui konferensi yang berorientasi pengembang inilah kita dapat mengetahui tren setidaknya beberapa tahun kedepan.
Setelah sempat absen pada tahun 2015, Valve kembali menggelar konferensi yang kali kedua tahun ini dengan beberapa kejutan-kejutan.
Jadi topik apa yang paling panas tahun ini?

Virtual Reality atau biasa disingkat VR

Setelah menambahkan Linux pada jajaran platform yang didukung Steam, Valve tidak berhenti sampai disitu. Diikuti dengan diluncurkannya SteamOS, sistem operasi berbasis Debian Linux yang mengutamakan kenyamanan home entertainment. Guna mendukung hal itu, ditambahkan Big Picture Mode pada klien Steam yang nantinya digunakan secara default pada SteamOS.
Untuk pengembang sendiri lebih dimudahkan dengan adanya Steam Runtime sebagai acuan pustaka pengembangan game pada SteamOS / Linux. Dari sisi perangkat keras, Valve merilis Steam Controller dan Steam Link serta dengan kerjasama dari pihak ketiga merilis Steam Machine dengan beberapa pilihan spesifikasi perangkat keras.

Sampai disini semuanya terlihat menjanjikan bukan? Semua Linux Gamers sangat optimis dengan dukungan Valve, sampai dengan...
Dirilisnya Vive atau Steam VR, perangkat keras VR besutan Valve dan HTC. Vive dirilis tanpa dukungan Linux pada hari pertama.
Hal ini menimbulkan perdebatan akan absennya dukungan Linux pada Vive, bulan berlalu tanpa komunikasi yang jelas. Valve dengan kebijakan "diam" nya membuat banyak Linux Gamers resah. Pada kenyataannya beberapa bulan yang lalu terdapat beberapa postingan di komunitas /r/linux_gaming yang mulai patah semangat ala "Valve meninggalkan kita" bertebaran.
Sampai dengan...

Leenox???


sumber https://twitter.com/Plagman2/status/786032888156295168

Yup, demo Vive VR Linux dengan menggunakan Vulkan pada ajang Steam Dev Days 2016, gelora semangat kembali melanda Linux Gamers.
Jadi sebenarnya apa yang menjadi rintangan? Ternyata biang keladinya adalah Vulkan. Vulkan merupakan grafis API multi platform penerus OpenGL. Seperti yang telah diketahui spesifikasi Vulkan baru saja dirilis, dukungan driver pun boleh dibilang masih experimental dan game yang menggunakan Vulkan pun masih bisa dihitung dengan jari. Usut punya usut ternyata OpenGL kurang "cepat" dalam menangani VR, OpenGL memang dapat digunakan akan tetapi kurang maksimal. Saat Vive dirilis, Vulkan belum siap baik secara spesifikasi dan dukungan vendor perangkat keras. Perihal kenapa tidak ditunda saja perilisan Vive menunggu Vulkan, menurutku hanya soal strategi saja mengingat pada saat hampir bersamaan banyak pula dirilis perangkat keras VR dari vendor lainnya. Valve tidak ingin ketinggalan momentum yang dapat mengakibatkan kehilangan audience.

Ingin membeli Steam Machine? Atau mungkin hanya Steam Controller dan Steam Link saja?
Anda kurang beruntung... Semuanya tidak tersedia di Indonesia, jangan tanyakan soal Vive -pula-.
Hal tersebut dapat dimaklumi mengingat peraturan tiap negara berbeda-beda, setahuku perangkat keras tersebut hanya tersedia pada wilayah Amerika Utara (NA) dan sebagian Eropa (EU). Tentu saja anda dapat memperolehnya dari pihak ketiga seperti toko online dari luar negeri dengan biaya tambahan pajak import dan lain-lain yang membuat harganya semakin mahal. Berita baiknya Asia Tenggara (SEA) termasuk dalam cakupan pengembangan pemasaran perangkat keras besutan Valve, namun sayangnya Indonesia tidak termasuk didalamnya -untuk lebih jelasnya lihat gambar-. Asia juga merupakan wilayah dengan perkembangan yang sangat pesat.

Asia, South Asia, South East Asia.

Bukannya Indonesia termasuk Asia Tenggara (SEA)?.


Topik lain yang menarik tidak lain adalah Vulkan itu sendiri, walaupun sifatnya cenderung kearah teknis. Dan pengembangan game dengan Unity untuk SteamOS dan Linux.

Read More

Wednesday, September 7, 2016

Review : Xiaomi Bluetooth Gamepad di Linux

  No comments
September 07, 2016



Terbesit keinginan untuk membeli gamepad baru setelah gamepad KW PS dualshock murah meriahku rusak lagi, padahal baru dipakai beberapa kali.
Sudah kali ketiga punya gamepad semacam ini, semuanya cepat rusak, sigh...
Daripada ribet, mending beli yang agak mahalan dikit, dan dimulailah pencarian.

Target pertama, Steam Controller. Gamepad besutan VALVe ini memang tergolong unik dikelasnya, sayangnya tidak tersedia di Indonesia -facepalm-. Mau dikata di iming-imingi diskon tapi kalau tidak tersedia disini ya percuma saja. Pesan langsung dari luar negeri? silahkan saja kalau punya dompet tebal, biaya dan-lain-sebagai-nya itu yang bikin -facepalm-.

Target kedua, Xbox Controller. Gamepad defacto untuk platform PC, dukungan dari komunitas Linux sangat baik sehingga langsung dapat dipakai di Linux. Sayangnya karena popularitas inilah yang menjadikannya sebagai target KW, mulai dari KW kelas paus sampai kelas teri. Mirisnya dari sekian toko online yang aku lihat, jarang sekali yang jujur menuliskan bahwa produknya KW, bukan original. Jangan tergiur dari tampilan gamepad dan box nya yang sangat mirip dengan produk original. Masih mending membeli produk yang kompatibel, bukan Xbox Controller tapi kompatibel seperti Xbox Controller. Dari hasil blusukan di pojokan forum-forum, ada yang mengklaim bahwa lebih dari 90 sekian persen produk ini yang beredar di Indonesia tidak original -citation needed-.

Target ketiga, Playstation 4 Controller (Dualshock 4). Ceritanya hampir sama seperti Xbox Controller. -update- sekitar tahun 2017 an Perusahaan Sony membuka perwakilannya di Indonesia dan Dualshock 4 original mulai bermunculan, ciri paling mudahnya ada stiker hologram Sony pada box nya.

Target keempat, Logitech Gamepad. Ada tiga dua model, Logitech F310 Gamepad dan Logitech F710 Wireless Gamepad.

Target kelima, entahlah. Sampai disini aku bingung harus memilih yang mana. Kehendak dan dompet berkata lain, maunya beli yang Logitech saja soalnya dukungan komunitas Linux sudah bagus juga. Tapi entah mengapa tiba-tiba nyasar pada laman Xiaomi Bluetooth Gamepad, terbesit pertanyaan kenapa tidak mencoba Gamepad Android saja?. Siapa tau bisa dipakai di Linux dan Android, kucoba mencari tahu dukungan gamepad ini di Linux hasilnya nihil. Meskipun begitu, akhirnya nekat beli juga.



Dua hari barangnya sampai juga, dus coklat berisi gamepad beserta baterai dan manual berbahasa cina -yang tidak kumengerti artinya-.
Tidak ada masalah dengan pairing, KDE Bluedevil menyanding 小米蓝牙手柄 dengan mudah.

KDE Bluedevil.


Sebelumnya cukup menambahkan konfigurasi supaya joystick tidak mengontrol cursor.
Buka Steam, masuk ke Big Picture Mode untuk mengkonfigurasi pemetaan tombol-tombol gamepad, Mi button / Guide button tidak dapat dipetakan loncati saja dan simpan.

Steam Big Picture Mode, konfigurasi gamepad.


Sekarang tinggal mencari game yang mendukung gamepad dikatalog Steam ku. Yang telah terinstall saat ini :

Dust: An Elysian Tail
FEZ
LIMBO
Mercenary Kings
Outland
Retro City Rampage DX
Stardew Valley
Super Meat Boy
Tales from Space: Mutant Blobs Attack

Dust: An Elysian Tail.

FEZ.

LIMBO.

Mercenary Kings.

Outland.

Retro City Rampage DX.

Stardew Valley, musim dingin ternyata dingin juga yah -ya iya lah masa panas-.

Super Mario Bros.

Tales from Space: Mutant Blobs Attack.

FPS yang menggunakan Source engine seperti, Half-Life 2 dan Team Fortress 2. Sudah lupakan saja, kalau mau bermain FPS sebaiknya menggunakan keyboard dan mouse.

Separuh-Nyawa 2, berarti sekarang tinggal seperempat.

Team Fortress 2, the best hat simulator.

Tidak lupa mencoba Euro Truck Simulator 2 dengan bantuan Antimicro.

Mana ujan gak ada ojek becek lagi, eh tapi lagi naik truk.


Menurutku sih dari segi bentuk gamepad ini cukup nyaman digenggam dan ringan. Presisi joystick dan dead zonenya oke. Tombol-tombolnya cukup empuk. Koneksi bluetoothnya pun tidak nge-lag. Untuk baterainya sudah lebih dari 80 jam kupakai bermain Stardew Valley saja, belum game yang lainnya. Fitur auto power off jika gamepad tidak dipakai setelah sekian menit.

Kekurangannya, tombol D-pad yang kurang menonjol jadi kesannya agak susah ditekan.
Gamepad ini ditenagai dua baterai AA, tanpa kabel dan port untuk mengisi ulang jadinya perlu beli baterai yang bisa di isi ulang.

Yang belum dicoba adalah fitur rumble / force feedback (getar) dan accelerometer. Untuk rumble sendiri, aku belum begitu paham sebenarnya dimana yang bertanggung jawab atas fitur tersebut, kemungkinan besar pada stack Xpad driver. Kucoba telusuri Google Play Store guna mencari game dengan dukungan getar, namun tidak yakin game apa yang patut dicoba, mungkin nanti saja.
Mi Button / Guide Button juga tidak bisa dipetakan, walaupun ketika dicoba dengan evtest dapat berfungsi.
Sejatinya target pemasaran gamepad ini adalah pengguna Android, sehingga accelerometer pun disertakan.

Berhubung cuma satu merk gamepad yang direview, tidak ada yang dijadikan acuan perbandingan. Namun jika membaca perbandingan gamepad bluetooth untuk Android pada situs lain, tentunya Xiaomi Bluetooth Gamepad ini bukanlah yang terbaik. Ada beberapa merk yang direkomendasikan dengan harga yang relatif lebih mahal. Sayangnya aku orangnya simple, yang penting bisa dipakai dan awet, semoga saja...

Read More

Wednesday, April 18, 2012

Faktor M2

  No comments
April 18, 2012

Well terulang lagi, entah kenapa semakin malas menulis, padahal terbesit akan menulis beberapa hal.

Ya! aku masih "tertarik" dengan Linux dan masih berkutat dengan ku "Unix" an nya.
bicara tentang Unix, jadi teringat artikel-artikel tentang Dennis M Ritchie dan sedikit banyak -ambigu?- kecewa dengan cara berfikir kebanyakan orang awam.
cukup banyak -ambigu lagi?- berita tentang kepergian Steve Jobs, tapi tidak banyak pemberitaan tentang kepergian Dennis M Ritchie.

WHAT'S WRONG WITH YOU PEOPLE?

Apakah mereka tidak mengetahui bahwa Dennis M Ritchie lebih berjasa?
Bagaimana sebenarnya mereka mendefinisikan "kesuksesan"? Apakah "harta" menjadi acuannya?

Mungkin terlalu berlebihan menilai suatu hal dari satu sisi, namun...
Bagaimanapun juga anda berhak menilai kondisi "kejiwaan" ku, hehe

Um.,. well, akhir-akhir ini ku sempatkan membaca beberapa buku-buku klasik fiksi ilmiah, yang isinya sungguh menarik.,. sebut saja Robert.A Heinlein, H.G Wells, Philip.K Disk, Isaac Asimov, Douglas Adams.

Read More

Monday, October 10, 2011

Fun Fun Fun

  No comments
October 10, 2011

Berapa kali -atau kali berapa?- anda gagal meng-install Distro Linux?

Jawabnya sudah tentu tergantung seberapa banyak anda meng-install pada konfigurasi hardware yang berbeda. Berdasarkan pengalaman pribadi, sangat jarang terjadi kasus gagal install, karena installer tiap distro biasanya cukup stabil menjalankan tugasnya.

Namun bukan berarti tidak mungkin terjadi bukan? Kalau dihitung-hitung baru sekali.,. tepatnya beberapa hari yang lalu saat membantu meng-install Ubuntu 11.04 pada laptop temanku -ya.,. aku tau, aku tau Ubuntu 11.10 akan dirilis dalam beberapa hari-.

Well, that's embarrassing.,. soalnya aku juga yang menyakinkan temanku untuk mencoba Linux pada laptop barunya. Singkat cerita installer Ubuntu hang pada tahap terakhir saat mengkonfigurasi hardware.

Hal itu tidak berhenti begitu saja karena saat mencoba Chakra 2011.09, kecepatan USB nya sangatlah lambat sehingga aku urungkan meng-installnya. Hari itu berakhir tanpa hasil.,. LOL
Sebagai catatan, baik Ubuntu 11.04 dan Chakra 2011.09 berjalan baik saat live session dan installasi pada laptopku.

Ada yang lain lagi?
Sebenarnya ada, tapi tidak berhubungan dengan Linux. Kasusnya masih terjadi pada laptop yang sama, saat meng-install Windows 7 via USB FD. Laptop tersebut sudah mendukung USB 3.0, sedangkan USB FD yang digunakan sebagai media install masih USB 2.0. Proses booting lancar sampai installer Windows tampil dan gagal melanjutkan proses installasi. Apa yang terjadi ya.,.?

Kurang lebih begini penjelasan 'teknis' nya, saat booting kendali hardware masih dipegang BIOS sampai saat installer dieksekusi, dimana BIOS sudah pasti mengenali USB 3.0 -yang kompatibel USB 2.0-, namun installer Windows 7 sama sekali tidak menggenali USB 3.0, maka dari itu instalasi gagal dilanjutkan. Bagaimana dengan Windows 7 SP1? Well, belum nyoba.,. LOL

Read More

Thursday, October 7, 2010

Buktikan Pemakai Linux Lebih Dari 1%

  No comments

Wednesday, October 6, 2010

Ups KDM Ga Muncul

  No comments
October 06, 2010

Selama hampir 2 tahun bisa dibilang baru kali pertama ini Arch Linux ku bermasalah, tapi ga sepenuhnya broken cuman KDM ga tampil sehingga tidak bisa login ke KDE. Login melalui console ga ada masalah, dengan user Root aku membaca /var/log/error.log terlebih dahulu, dan ternyata terbaca dua baris pesan kesalahan.

Received unknown or unexpected command -2 from greeter
Abnormal termination of greeter for display :0, code 1, signal 0

Argh.,. Maksud pesan tadi apa y? Terlalu teknis untuk orang sepertiku yang ga ngerti apa2 soal KDE. Iseng-iseng liat /var/log/pacman.log, hm ada 5 paket yang terupdate hari ini.

tesseract (3.00-1 -> 3.00-2)
ekiga (3.2.7-2 -> 3.2.7-3)
freetype2 (2.4.2-1 -> 2.4.3-1)
apr-util (1.3.9-4 -> 1.3.10-1)
libpng (1.4.3-1 -> 1.4.4-1)

Kira-kira tersangkanya siapa y? Yang jelas bukan ekiga, soalnya aplikasi. Harusnya paket yang berpengaruh pada low level. Daripada pusing-pusing, unduh aja versi sebelumnya dari ke empat-empatnya. Cek Arch Rollback Machine dan repository Arch Linux yang masih menyimpan versi sebelumnya, unduh secara manual lalu Downgrade.

Downgrade libpng dari 1.4.4-1 ke 1.4.3-1, lalu reboot.,. gagal
Downgrade apr-util, lalu reboot.,. gagal lagi
Downgrade freetype2, lalu reboot.,. masih juga gagal
Downgrade tesseract, lalu reboot.,. berhasil! Berhasil berhasil berhasil hore.,. -hehe jadi inget keponakan yang suka nonton Dora-

Rupanya masih belum jera juga, setelah KDE Plasma Desktop muncul, blacklist paket tesseract di /etc/pacman.conf lalu pacman -Syu update lagi.,. Packet freetype2, apr-util, dan libpng terupdate lagi, reboot dan KDM muncul.

Hm hari ini KDE SC 4.5.2 sudah dirilis, dan baru saja masuk ke repo nya Arch Linux, update lagi ahh.,.

Perhatian: pacman -Syu sudah terbukti menyebabkan ketagihan, jika anda meng-update lebih dari satu kali sehari segera periksakan diri ke dokter.

Read More

Thursday, September 9, 2010

Faktor M

  2 comments
September 09, 2010

Wah rupanya udah lama ga menulis di blogq ini, halangan yang berupa faktor m, yaitu males, hehe.,. Bukannya kehabisan ide, tapi malahan ada beberapa hal yang ingin q tulis namun ga kesampaian. Bulan Agustus yang dinanti-nanti telah terlewatkan, setidaknya ga terlambat untuk di tulis, walaupun sekarang udah September.,.

KDE SC 4.5.x

KDE Software Compilation 4.5.0

Rilis yang cukup diantisipasi walaupun KDE SC 4.5.0 terdapat bug-bug yang terlewatkan dari release candidate, untungnya rilis minor bulanan KDE SC 4.5.1 menambalnya. Hampir tidak ada fitur baru yang ditambahkan, melainkan menstabilkan code yang sudah ada dan menyesuaikan tampilan. Yang paling aq suka adalah area notifikasi yang baru, menurutq lebih efisien dari pada area notifikasi yang lama, ditambah dengan icon monochrome di systray terasa cocok dengan tema Air. Namun sayangnya ga semua icon di systray monochrome beberapa aplikasi KDE dan Gnome masih menggunakan icon yang sudah ada. Mungkin ada yang menyukai Web Browser berbasiskan WebKit, sekarang Konqueror bisa memakai engine WebKit. Perubahan yang lainnya tidak begitu tampak secara fisik. Secara keseluruhan I LOVE IT

Arch Linux dengan KDE Software Compilation 4.5.1


Distro
openSUSE 11.3

openSUSE 11.3 saat menjalankan ESET NOD

Beberapa minggu sebelum KDE SC 4.5.0 dirilis, distro openSUSE juga merilis versi terbarunya yaitu openSUSE 11.3. Sebagai mantan pengguna openSUSE, ga ada salahnya mencoba hasil racikan distro bermaskot bunglon ini. Karena males *lagi*, aq mengunduh CD KDE4 Live yang berukuran sekitar 700MiB. Walaupun males, aq masih memiliki kesabaran menunggu unduhan selesai. Selidik punya selidik ternyata aq pelupa juga, ga inget ato pura-pura ga inget kalo DVD Combo laptopq udah tiada, baru inget ketika unduhan udah selesai *duh*.,.

Ga kurang akal, aq coba aja make UNetBootin, terpaksa korban USB Flashdisk Kingstone 1GiB q. Ga lama kemudian proses nulis imagenya selesai, saatnya reboot. Pilih boot ke USB Flashdisk dan.,. *deenk* Grub error

Masih kurang terima lagi, ngubek-ngubek google sampai akhirnya ketemu solusi lain, yah bisa dibilang mirip-mirip UNetBootin, aplikasi ringan bernama openSUSE Image Writer. Tinggal seret iso nya ke aplikasi tersebut, tapi.,. seperti yang aq bilang dari awal terpaksa harus korban USB Flashdisk karena secara otomatis partisi FAT yang lama dihancurkan, dan dibuat dua partisi baru, partisi root dan home. Ya sudah lah udah terlanjur nyeret iso nya tadi, mana ga ada undo lagi.

Dengan tanpa penyesalan aq reboot, boot ke USB Flashdisk dan *viola* YaST installer menunggu untuk dieksekusi. Reformat partisi tempat bersemayamnya openSUSE 11.2 dan instalasi dimulai sampai sukses.

Lho ga ada reviewnya? Hm apa yah.,. openSUSE 11.3 masih memakai KDE SC 4.4.x tapi dengan tambalan di sana sini, maklum lah kebanyakan developernya merangkap sebagai developer KDE juga. Sebaiknya di liat di situs nya saja langsung, udah ada penjelasan fitur-fitur baru pada rilis tersebut *dengan alasan males pula*

Update: Satu hal yang cukup mengganggu untuk rilis kali ini adalah driver vga di set default ke fbdev bukannya vesa, akibatnya tampilannya tidak begitu bagus. Untungnya cukup mengedit konfigurasi X.org, vesa pun bisa dipakai. Dan sialnya kompilasi manual driver openchrome pun gagal. openchrome dikhususkan untuk vga berbasis via, sedangkan untuk vga lainnya mungkin tidak ada masalah berarti. Namun sial untuk temanq yang memakai vga intel karena selalu freeze setelah dipakai beberapa lama. Ada apa dengan X.org openSUSE?

Ubuntu 10.04 dan Linux Mint 9

Ubuntu 10.04

Mundur beberapa minggu sebelumnya dirilis Ubuntu 10.04 yang kemudian disusul Linux Mint 9. Berhubung bukan fans berat, bingung mau nulis apa.,. yang jelas dibandingkan Ubuntu 9.10, Ubuntu 10.04 bener-bener solid dengan integrasi desktop yang baik. Lalu gimana dengan Linux Mint, ga jauh-jauh beda kok dengan banyak tambalan disana-sini menjadikannya patut dicoba. UNetBootin membantuq dalam hal instalasi via USB Flashdisk. Pokoknya keren abis de.,. *kehabisan kata-kata*

Update: Secara ga sengaja, aq memperhatikan aktifitas sistem saat mem-backup data (seperti gambar diatas), "bug" yang selama ini menghantuiq tidak ada pada rilis ini. So what exactly happen? Ketika melakukan operasi menyalin/memindah data dari dan ke harddisk atau flashdisk serta sebaliknya menyebabkan penggunaan CPU hingga 100%. Akibatnya sistem menjadi kurang responsif, sangat menganggu memang. Sialnya dari semua distro yang pernah q coba memiliki perilaku yang sama, kecuali Ubuntu 10.04. Ga ada salahnya menunggu Ubuntu 10.10 yang akan dirilis beberapa hari lagi.

Chakra GNU/Linux

Proyek Chakra resmi berpisah dari Arch Linux

Sepeninggalnya om Jan Matte, pimpinan proyek diambil alih om Phil, dan melanjutkan rencana mem-fork *bahasa indonesia nya apa ya?* proyek Chakra dari Arch Linux. Chakra memakai PKGBUILD dari paket-paket Arch Linux dan mengkompilasi sendiri untuk didistribusikan lewat repository baru. Bundling System pun dibuat untuk melengkapi paket dari repository utama, tapi apaan c itu? Bahasa gampangnya para developer Chakra benci GTK, jadi di repository ga ada aplikasi Gnome ato aplikasi yang memakai library GTK. Untuk menjembatani para user yang tetap ingin memakai aplikasi berbasis GTK, maka dibuatlah Bundling System.

Ko masih belum jelas c hehe.,. Bundling System meniru konsep Aplikasi image nya Mac OS X dan Windows. Intinya suatu aplikasi akan dipaketkan bersama library pendukung dalam satu image yang nantinya di muat secara transparan ketika aplikasi tersebut di eksekusi.

Akhirnya sampai juga pada bagian akhir *perulangan kata*, eh ini sebenarnya review apa review c? *males mode on*

Read More

Sunday, February 28, 2010

Menelusuri Blog Eksentrik

  No comments
February 28, 2010

Gara-gara mengunduh Ubunchu edisi terjemahan Bahasa Indonesia, mouse pointer membawaku ke sebuah blog yg unik.

http://blackclaw.wordpress.com

Awalnya kukira ini blog humor, karena kesannya serba melucu trus. Tapi setelah membaca postingan lama satu per satu, barulah kelihatan klo blog tersebut memiliki keunikan tersendiri. Dari nama blog-blog temannya c, aq jd inget beberapa nick di situs hacker Indonesia.

Okelah mungkin bahasanya rada kasar, ad cacian ad makian, tapi sebagai anak muda yang tinggal di kota besar, hal itu sudah terdengar tidak asing lagi kan ditelinga. Lepas dari itu hampir semua yang ditulis bermutu.

Alih-alih menjelaskan sesuatu hal dengan bahasa yang gamblang, si penulis lebih suka meng-analogikan segala sesuatu. Disinilah muncul kekonyolan-kekonyolan, analogi yang dipakai penulis memang mampu menjelaskan hal-hal yang ingin disampaikan, namun ada beberapa analogi yang kesannya dipaksakan, hal itu tidak lain karena sulit untuk mencari perbandingan yang sesuai.

Lalu apa yang dimuat penulis diblognya yang eksentrik itu?
Sedari awal seharusnya sudah cukup jelas, kebanyakan materinya tentang IT dan Security, ditambah beberapa postingan tentang Moral.
Menarik bukan? Jangan lupa baca juga komentar-komentarnya.,.


Have fun,

Read More