Pindah /rumah Lagi
Akhirnya dapat juga harddisk baru untuk laptopku.,. Seagate Momentus ST9500325AS SATA II 500GB. Karena sayang jika harus menginstall ulang kembali Arch Linux ku, maka aku mencari solusi yang praktis. Solusi yang mungkin adalah kloning harddisk dan cara manual.
Duh, kali terakhir kloning harddisk sudah beberapa tahun yang lalu, itu pun memakai Norton Ghost dan praktek kilat pula. Harddisk yang baru ku pasang di HDD enclouser, lalu terhubung ke laptop dan dengan GParted aku membuat partisi-partisi baru. Sejauh ini belum menemui masalah apapun, malahan mendapatkan sedikit pencerahan dalam perhitungan Byte yang -kurang lebih- tepat. Inginku hanya mengkloning partisi root Arch Linux dan partisi /home, sedangkan distro-distro lainnya bisa diinstall ulang.
Harddisk lama
sda1 fat32 10 GiB
sda2 ext4 20 GiB sumber
sda3 ext4 5 GiB
sda4 (extended)
sda5 ext4 5 GiB
sda6 ext4 5 GiB
sda7 ext4 10 GiB
sda8 ext4 55 GiB sumber
sda9 swap 1 GiB
Harddisk baru
sdb1 fat32 20 GiB
sdb2 ext4 20 GiB target dari sda2
sdb3 ext4 350 GiB target dari sda8
sdb4 (extended)
sdb5 ext4 10 GiB
sdb6 ext4 10 GiB
sdb7 ext4 10 GiB
sdb8 ext4 10 GiB
sdb9 ext4 10 GiB
sdb10 ext4 10 GiB
sdb11 ext4 5 GiB
sdb12 ext4 5 GiB
sdb13 swap 5 GiB
Setelah menelusuri beberapa dokumentasi dan blog-blog di internet, jawabannya cuma satu yaitu CLONEZILLA. Untungnya distro PartedMagic sudah menyertakan CloneZilla, dengan bantuan UNetBootin untuk membuat Live USB PartedMagic.
Percobaan pertama
Setelah reboot lalu booting melalui UFD dan PartedMagic jalan di memory, aku mengeksekusi CloneZilla. Dengan tuntunan langkah demi langkah -wizard based-, kali pertama dihadapkan pada pilihan :
Lho kok disingkat? Yak.,. karena hasil akhirnya gagal. Partisi /home yang seharusnya 350 GiB -memang tertera segitu-, namun sisa partisi kosongnya hanya beberapa GiB -yang seharusnya 300 GiB an-.
Percobaan kedua
Setelah -lagi- jengkel karena seharusnya CloneZilla secara otomatis meng-handle resize partisi, aku mencoba yang kali kedua.
langkah-langkahnya :
Harap diperhatikan saat pilihan advanced parameters, karena pada dasarnya aku hanya ingin mengkloning data, tanpa grub dan MBR nya. Karena nantinya bisa ku install ulang Grub sendiri.
Penting ! CloneZilla hanya bisa menangani kloning dari :
disk/partisi sumber berukuran sama dengan disk/partisi target
disk/partisi sumber berukuran lebih kecil daripada disk/partisi target
jika disk/partisi sumber lebih besar akan muncul error, kadang disk/partisi target terlanjur dihancurkan sehingga perlu me-format ulang tiap partisi
Setelah selesai semua, tinggal mengganti harddisk nya dan viola.,. masih belum bisa booting, soalnya Grub nya belum di install ulang.,. hehe
Duh, kali terakhir kloning harddisk sudah beberapa tahun yang lalu, itu pun memakai Norton Ghost dan praktek kilat pula. Harddisk yang baru ku pasang di HDD enclouser, lalu terhubung ke laptop dan dengan GParted aku membuat partisi-partisi baru. Sejauh ini belum menemui masalah apapun, malahan mendapatkan sedikit pencerahan dalam perhitungan Byte yang -kurang lebih- tepat. Inginku hanya mengkloning partisi root Arch Linux dan partisi /home, sedangkan distro-distro lainnya bisa diinstall ulang.
Harddisk lama
sda1 fat32 10 GiB
sda2 ext4 20 GiB sumber
sda3 ext4 5 GiB
sda4 (extended)
sda5 ext4 5 GiB
sda6 ext4 5 GiB
sda7 ext4 10 GiB
sda8 ext4 55 GiB sumber
sda9 swap 1 GiB
Harddisk baru
sdb1 fat32 20 GiB
sdb2 ext4 20 GiB target dari sda2
sdb3 ext4 350 GiB target dari sda8
sdb4 (extended)
sdb5 ext4 10 GiB
sdb6 ext4 10 GiB
sdb7 ext4 10 GiB
sdb8 ext4 10 GiB
sdb9 ext4 10 GiB
sdb10 ext4 10 GiB
sdb11 ext4 5 GiB
sdb12 ext4 5 GiB
sdb13 swap 5 GiB
Setelah menelusuri beberapa dokumentasi dan blog-blog di internet, jawabannya cuma satu yaitu CLONEZILLA. Untungnya distro PartedMagic sudah menyertakan CloneZilla, dengan bantuan UNetBootin untuk membuat Live USB PartedMagic.
Percobaan pertama
Setelah reboot lalu booting melalui UFD dan PartedMagic jalan di memory, aku mengeksekusi CloneZilla. Dengan tuntunan langkah demi langkah -wizard based-, kali pertama dihadapkan pada pilihan :
device-image atau device-device (pilih device-device) lalu
beginner atau expert (pilih beginner)
dan seterusnya dan seterusnya
Lho kok disingkat? Yak.,. karena hasil akhirnya gagal. Partisi /home yang seharusnya 350 GiB -memang tertera segitu-, namun sisa partisi kosongnya hanya beberapa GiB -yang seharusnya 300 GiB an-.
Percobaan kedua
Setelah -lagi- jengkel karena seharusnya CloneZilla secara otomatis meng-handle resize partisi, aku mencoba yang kali kedua.
langkah-langkahnya :
![]() |
Pilih device-device |
![]() |
Expert Mode |
![]() |
Part to Local Part, karena akan mengkloning partisi bukan disk |
![]() |
Partisi asal yang akan di kloning |
![]() |
Partisi target |
![]() |
Advanced Parameters, pilih -r, -fsck-src-part, -v |
![]() |
Pilih -k, karena sejak awal sudah menyiapkan partisi-partisi pada harddisk target |
![]() |
Tekan Enter |
![]() |
Konfirmasi sebelum eksekusi perintah |
![]() |
Konfirmasi terakhir sebelum eksekusi total |
![]() |
Tahap awal kloning |
![]() |
Proses kloning sedang berlangsung |
![]() |
Selesai, tekan Enter kemudian Reboot |
Harap diperhatikan saat pilihan advanced parameters, karena pada dasarnya aku hanya ingin mengkloning data, tanpa grub dan MBR nya. Karena nantinya bisa ku install ulang Grub sendiri.
Penting ! CloneZilla hanya bisa menangani kloning dari :
disk/partisi sumber berukuran sama dengan disk/partisi target
disk/partisi sumber berukuran lebih kecil daripada disk/partisi target
jika disk/partisi sumber lebih besar akan muncul error, kadang disk/partisi target terlanjur dihancurkan sehingga perlu me-format ulang tiap partisi
Setelah selesai semua, tinggal mengganti harddisk nya dan viola.,. masih belum bisa booting, soalnya Grub nya belum di install ulang.,. hehe
No comments :
Post a Comment