Genre: Action, Adventure, Indie
Developer: D-Pad Studio
Publisher: D-Pad Studio www.owlboygame.com
Dengan waktu pengembangan selama 9 tahun, kiranya penantian yang sangat lama ini terbayar sudah. Game petualangan dengan aksi platformer aerial ini menuai banyak pujian. Owlboy menawarkan desain seni pixel retro yang indah diiringi latar musik yang mendukung dengan gameplay yang kreatif. Anda bermain sebagai Otus yang berpetualangan menjelajahi dunia baru diawan yang dipenuhi monster, hal yang tidak terduga dan rahasia terpendam. Ajak kawan-kawan Otus yang menguasai keahlian berbeda-beda guna membantu petualanganmu.
Owlboy dirilis pada bulan November 2016 tanpa dukungan Linux, dengan kerjasama dengan Ethan Lee -salah satu game porter ternama-, akhirnya game ini dirilis juga pada Linux.
Genre: RPG
Developer: Nippon Ichi Software, Inc.
Publisher: NIS America, Inc.
Judul kedua dari seri Disgaea ini dirilis dengan dukungan Linux / SteamOS pada hari pertama. Setelah absen pada rilis perdana Disgaea PC yang pertama pada awal tahun 2016, kini pengembang menambahkan dukungan platform Linux pada sekuel terbarunya ini. Disgaea PC pada awalnya merupakan game konsol PS2, PSP, dan NDS dengan judul Disgaea yang memulai debut pada tahun 2003. Dilanjutkan dengan Disgaea 2 yang juga dirilis pada konsol pada tahun 2006. Karena seri ini banyak mendapatkan pujian, tak heran ketika berita diportingnya Disgaea ke platform PC disambut dengan gembira.
Disgaea 2 PC sudah termasuk segalanya dari Disgaea 2: Cursed Memories (PlayStation 2) dan Disgaea 2: Dark Hero Days (PSP), beserta karakter tambahan yang dapat dimainkan, pembaharuan antarmuka, dukungan mouse dan keyboard. Memang jika dilihat dari segi grafisnya sudah terlihat berumur, tapi terkadang justru pengalaman bermainnya itu yang lebih berkesan mengingat game ini merupakan salah satu judul yang cukup populer di konsol. Alangkah lebih baik jika rilis ulang ini disertakan dengan versi HD nya seperti kebanyakan game-game lama yang dirilis ulang.
Sekarang tersisa Disgaea 3, 4, dan 5 yang entah akan diporting juga atau tidak.
Tahun 2017 bakal menjadi tahun yang menarik, pasalnya implementasi awal dari DirectX 10 dan DirectX 11 pada Wine mulai membuahkan hasil. Sementara implementasi DirectX 9 sudah cukup lengkap, sehingga pengembang Wine dapat berfokus pada DX10 dan DX11. Tidak seperti pendahulunya DX9, penerusnya -DX10/11- jauh berbeda dan dikembangkan ulang dari awal. Tentunya hal ini berlaku pula pada Wine, sehingga sudah sejak setahun yang lalu pengembang secara bertahap menambahkan fitur-fitur DX10/11. Seiring dengan rilis Wine 2.0, Wine Staging juga merilis Wine Staging 2.0. Wine Staging merupakan area percobaan, dimana perbaikan dan fitur experimental di uji coba sebelum akhirnya disatukan dengan kode utama Wine.
Walaupun boleh dibilang implementasinya belum selesai, namun beberapa game DX10/11 sudah dapat dimainkan dengan Wine. Berikut daftar game yang telah di uji coba oleh pengembang Wine:
* DOOM (2016)
Bukan game DX10/11, namun tambahan patch yang memungkinkan game ini dapat berjalan dirilis bersama Wine Staging. Pada saat uji coba beta DOOM dapat dimainkan dengan Wine, namun ketika rilis final yang mengikutsertakan proteksi anti pembajakan Denuvo malah menghalangi kinerja Wine. Berselang beberapa bulan kemudian, pada desember 2016 proteksi Denuvo dihilangkan dari DOOM. Tidak membutuhkan waktu yang lama sebelum akhirnya game ini dapat dimainkan kembali. Ironisnya DOOM yang menggunakan Id Tech 6 engine dengan OpenGL dan Vulkan backend ini tidak mendukung platform Linux. Hal ini dirasa cukup wajar mengingat Bethesda selaku publisher dari DOOM, terkenal tidak bersahabat dikalangan Linux gamers.
* Deus Ex: Human Revolution - Director's Cut
Dapat dimainkan pada DX9 mode, sedangkan pada DX11 terdapat sedikit sampai sedang kesalahan tampilan grafis.
* Halo: Spartan Assault
Game DX11 yang dapat dimainkan dengan sedikit kesalahan tampilan grafis.
* Hitman: Absolution
Game DX11 yang dapat dimainkan dengan sedikit kesalahan tampilan grafis.
* Tomb Raider (2013)
Game dengan DX9 dan DX11 yang dapat dimainkan dengan sedikit kesalahan tampilan grafis.
* The Forest
Game DX11 yang dapat dimainkan dengan sedikit kesalahan tampilan grafis.
* The Talos Principle
Game DX11 yang dapat dimainkan dengan sedikit kesalahan tampilan grafis.
* Shantae and the Pirate's Curse
Game DX11 yang dapat dimainkan.
* Sniper Elite V2
Game DX11 yang dapat dimainkan dengan sedikit sampai sedang kesalahan tampilan grafis.
* Ori and the Blind Forest
Dapat dimainkan pada DX9 mode, sedangkan pada DX11 berjalan sangat lambat.
* Need For Speed Most Wanted (2012)
Tidak dapat dimainkan karena memiliki isu kinerja.
Perlu diingat bahwa beberapa game diatas sudah tersedia versi Linuxnya, namun tetap di uji coba pada Wine DirectX 11.
Platform Distribusi
Pada masa kini penjualan game sudah didominasi oleh toko digital secara online dan biasanya dibutuhkan aplikasi khusus untuk mengelola segala hal yang berkaitan dengan game seperti Steam, Uplay, Origin, GOG Galaxy dan Battle.net -hanya Steam yang mendukung Linux-. Dengan ditiadakannya dukungan Windows XP, Windows 7 menjadi target minimal yang baru. Wine 2.0 meningkatkan dukungan kompabilitas Steam, Uplay, Origin, GOG Galaxy dan Battle.net pada mode Windows 7. Terakhir kali aku mencoba hampir semua aplikasi tersebut gagal berjalan pada mode Windows XP, kecuali Steam dan Battle.net
Perubahan Pada Proyek Wine
Dengan dirilisnya Wine 2.0, proyek Wine mengikuti jadwal rilis dan skema versi yang baru. Rilis stabil menggunakan skema versi 2.0.1, 2.0.2, 2.0.3, dst. Sedangkan rilis pengembangan akan menggunakan skema versi 2.1, 2.2, 2.3, dst yang nantinya menjadi rilis stabil 3.0.
Guna mendukung pendanaan proyek Wine, silahkan membeli lisensi CrossOver.
Setelah 13 tahun pengembangan, akhirnya HandBrake 1.0 dirilis ke publik.
Tunggu dulu... apa tidak salah tulis?
Tidak perlu memeriksakan diri ke dokter mata, karena semua yang tertulis diatas benar adanya.
Bukan hal yang aneh di dunia opensource yang sepertinya engan menggunakan angka genap, padahal pada kenyataannya aplikasi tersebut sudah patut menyandang status stabil. Seingatku sudah sangat lama HandBrake berkutat pada versi 0.9.x, dan baru sekarang beranjak ke versi 1.0.x.
HandBrake merupakan aplikasi konversi video dengan dukungan profil-profil preset bawaan yang menentukan kualitas hasil akhir encoding. Untuk hasil yang maksimal, ubah parameter pilihan-pilihan yang diinginkan.
Awesome 4.0 mendarat pada repository Arch Linux beberapa waktu yang lalu.
Baru sadar kalau rilis tersebut merupakan revisi utama keempat.
Yang perlu diperhatikan adalah perubahan konfigurasi yang secara detail dijelaskan pada website resminya.
Didunia Linux yang didominasi oleh lingkungan desktop GNOME dan KDE, apakah masih tersedia ruang untuk yang lain?
Apalagi hanya berupa window manager, bukan lingkungan desktop. Jawabannya sudah tentu "YA!".
Selalu ada saja permintaan pemenuhan akan window manager yang minimalis dengan tingkat fleksibilitas konfigurasi yang tinggi, tidak heran jika banyak window manager yang tetap eksis hingga saat ini.
Pernah membeli laptop kosongan? Tanpa OS maksudnya.
Walaupun sebenarnya tidak "kosong", dapat ditebak pasti telah terinstall FreeDOS.
Hari gini siapa juga yang masih pakai DOS? hehehe...
FreeDOS merupakan implementasi open source dari Disk Operating System.
Limitasi dari desain sistem operasi itu sendiri memang sudah termakan zaman.
Namun bukan berarti tidaklah berguna, dengan berbagai alasan entah itu nostalgia atau sekedar menjalankan aplikasi legacy DOS, FreeDOS memungkinkan pengalaman itu.
Pada rilis kali ini, FreeDOS mengusung installer baru yang memudahkan instalasi. Aplikasi FDIMPLES yang memudahkan pemasangan dan pencopotan aplikasi-aplikasi.
Berbicara tentang aplikasi pengolah dokumen kantor, sudah tentu semua Linuxer mengenal LibreOffice.
Akan tetapi LibreOffice bukanlah satu-satunya aplikasi dikategori ini, perkenalkan Calligra.
Calligra 3.0 dibangun diatas KDE Frameworks 5 dan Qt5 tanpa ada fitur baru, karena proses mem-porting dari KDE Frameworks 4 dan Qt4 itu sendiri memerlukan upaya yang ekstra.
Dengan rilis kali ini, aplikasi Author dan Brainstorm dihentikan pengembangannya, sedangkan Flow dan Stage masih belum selesai diporting.
By
sva_h4cky0
Apa ada yang ketinggalan event winter sale akhir tahun lalu?
Tenang saja masih tersisa satu lagi, kali ini dari Humble Store yang terkenal dengan bundlenya dan DRM-Free plus Steam key.
Sayangnya seperti halnya GOG, pada Humble Store ini tidak diberlakukan harga regional alias harganya sama di seluruh negara kecuali sebagian negara eropa yang menggunakan Euro.
Menurutku jika dibandingkan dengan GOG, Humble Store ini lebih unggul karena selain sebagian besar gamenya DRM-Free, anda juga mendapatkan Steam key yang nantinya dapat diaktifkan pada Steam.
Oh BTW ada game gratis lho, DiRT Showdown -yang mendukung Linux juga-, buruan waktunya terbatas hanya tinggal 1 hari saat artikel ini diterbitkan.
Unity3D atau Unity Engine -tidak ada kaitannya dengan lingkungan desktop Unity- merupakan salah satu game engine yang cukup populer digunakan dalam pengembangan game multiplatform. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan Unity3D itu sendiri, salah satu masalah yang sering aku temui adalah game tersebut gagal dijalankan. Pada beberapa kasus, pada layar hanya tampil gelap atau blackscreen namun musik latarnya masih tetap terdengar. Setelah menelusuri berbagai forum, satu solusi yang muncul adalah.
-force-opengl
Setidaknya ada dua game dikatalogku yang mempunyai masalah ini yaitu Broforce dan Chroma Squad.
Cara menerapkan solusi diatas:
1. Buka Steam, lalu Library.
2. Klik kanan pada judul game yang dimaksud, kemudian pilih Properties.
3. Pada tab General, pilih Set launch options...
4. Ketik atau copy paste -force-opengl pada kolom yang tersedia. Klik OK untuk mengkonfirmasi.
Berita gembira pada awal 2017, Sid Meier’s Civilization® VI segera hadir di SteamOS / Linux.
Aspyr Media yang bertanggung jawab atas porting seri sebelumnya yaitu Sid Meier’s Civilization® V dan ekspansinya, melansir berita yang cukup mengejutkan pagi ini.
Pasalnya sempat beredar keraguan akan jadi tidaknya port salah satu seri yang populer ini ke platform Linux. Paling tidak jeda antara rilis dengan platform lainnya cukup dekat, sehingga minat pada game ini masih cukup tinggi.
Masih terasa kurang? Anda sedang beruntung karena Aspyr Media masih memiliki dua judul game yang akan dirilis setelah Sid Meier’s Civilization® VI. Sayangnya judul kedua game tersebut masih dirahasiakan.
Satu hal yang pasti tahun 2017 merupakan tahun "menyogok pengembang dengan cookies", terbukti dengan suksesnya sogokan cookies para Linux gamers kepada Aspyr Media yang membuahkan Sid Meier’s Civilization® VI. -yang gagal paham, ini adalah jokes / gurauan-
Ingat jangan terburu-buru membeli game ini, tunggu hingga rilis resmi di Linux sehingga semua sales akan masuk ke kantong Aspyr Media. Jangan lupa pada minggu-minggu pertama pastikan memainkan game ini di Linux -bukan pada platform lain-, sehingga nantinya terhitung sebagai Linux sales.
By
sva_h4cky0
Game-game terlaris pada Steam yang mendukung SteamOS / Linux.
(tidak diurutkan berdasarkan peringkat)
Platinum: peringkat 1 s/d 12 terlaris
Counter Strike: Global Offensive
DOTA2
Rocket League
Total War: WARHAMMER
XCOM 2
Gold: peringkat 13 s/d 24 terlaris
ARK: Survival Envolved
Team Fortress 2
Stardew Valley
Stellaris
Silver: peringkat 25 s/d 40 terlaris
Cities: Skylines
Civilization V
Deus Ex: Mankind Divided
Dying Light: The Following - Enhanced Edition
Europa Universalis IV
Hearts of Iron IV
PAYDAY 2
Rust
War Thunder
Bronze: peringkat 41 s/d 100 terlaris
7 Days to Die
American Truck Simulator
Borderlands 2
Borderlands: The Pre-Sequel
Crusader Kings II
Darkest Dungeon
Divinity: Original Sin - Enhanced Edition
Don't Starve Together
Euro Truck Simulator 2
Factorio
Firewatch
Football Manager 2016
Football Manager 2017
Garry's Mod
Kerbal Space Program
Left 4 Dead 2
Life Is Strange
RimWorld
Slime Rancher
Starbound
Steam Controller
Terraria
The Culling
Total War: ATTILA
Undertale
Tahun kemarin bukanlah tahun yang buruk namun bukan juga tahun yang menarik bagiku. Walaupun harus ku akui ada beberapa peristiwa yang menarik menjelang akhir tahun 2016, tapi tetap saja berasa kurang "wow".
Mitos 1%
Pernahkah terbesit pertanyaan seberapa banyak sih pengguna Linux? Ada yang dapat menjawabnya? Sampai sekarang pun aku juga belum tahu jawaban pastinya.
Akan tetapi jika anda menelusuri sudut-sudut web di internet, angka yang sering muncul adalah lebih dari 1% dari keseluruhan komputer yang ada. Dan lucunya presentase ini bertahan pada satu digit yang sama bertahun-tahun dengan perkembangan yang sangat lambat berbanding dengan penambahan jumlah komputer baru.
Masalah mendasar pada kasus ini adalah acuan metriks yang dipakai tidaklah benar. Data yang sering dipakai sebagai acuan merupakan data hasil penjualan komputer baru -yang sudah tentu valid dengan marginal error sekian persen-. Disinilah letak permasalahannya, hampir semua komputer baru sudah terinstall Windows, hanya sedikit yang sudah terinstall Linux. Cobalah berkunjung ke pusat-pusat penjualan komputer, apa yang anda lihat? Sudah tentu yang terlihat adalah mbak-mbak SPG yang cantik, bukan, bukan itu arah pembicaraanku. Singkatnya walaupun nantinya komputer tersebut di install Linux -baik single boot maupun dual boot- tetap terhitung sebagai Windows sale. Kalau begitu beli komputer kosongan saja? -bukan komputer hanya casingnya saja tanpa isi apapun- sudah tentu donk, lagipula buat apa membayar lisensi kalau ujung-ujungnya memakai Linux juga. Akan tetapi dibeberapa negara mereka tidak mempunyai pilihan ini, tidak ada komputer kosongan -tanpa OS / FreeDOS / Linux-.
Tentu saja ada kajian lain yang menggunakan acuan berbeda, dengan lalu lintas internet sebagai sumbernya, namun sayangnya metode pengumpulan datanya dirahasiakan sehingga hasilnya pun diragukan oleh beberapa pihak. Presentasenya pun tidak jauh berbeda dengan metode sebelumnya, dan presentase ini bertahan pada satu digit yang sama bertahun-tahun. Hal ini berubah ketika pada tahun 2016 secara berturut-turut Linux menduduki lebih dari 2% dan bertahan pada angka 2.5%.
Jadi benarkah angka tersebut valid? dua metode berbeda dengan hasil yang sama walaupun satunya salah sasaran dan satunya lagi tidak jelas.
Komunitas Linux sendiri tidak tinggal diam dan berusaha menghitung jumlah pengguna Linux dengan beberapa inisiatif berbeda. Salah satunya adalah proyek Linux Counter, inisiatif tiap Distribusi, trafik website dll. Namun sayangnya lagi-lagi menampakkan hasil yang sangat tidak maksimal, sehingga tidak ada yang tahu pasti jumlah pengguna Linux yang sebenarnya.
Kalau tidak ada yang tahu lalu kenapa dibahas juga? Coba renungkan -ambil posisi relaks dan tundukan kepala yang diikuti dengan mengheningkan cipta-.
Linux ada dimana-mana, dari yang superkomputer sampai komputer kelas abal-abal, perangkat embedded, perangkat iot, smartphone, router, raspberry pi, dan-lain-sebangsanya-dan-tidak-sebangsanya-pun-masuk-hitungan. Kok bisa Linux cuma 1% ? -atau 2% kalau sekarang- Oh BTW 99.9% superkomputer yang ada didunia ini ditenagai Linux.
Linux pada desktop pun tidak kalah menarik, bahkan akhir-akhir ini terjadi migrasi besar-besaran dari pengguna macOS ke Linux. Untuk gaming pun sudah berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini, dan hal ini merupakan salah satu alasan yang membuatku me-reboot blog ini.
Mitos 1% lainnya
Rupanya angka 1 adalah angka keramat di dunia Linux, walaupun kali ini usianya relatif singkat namun ada kalanya untuk kemudahan angkanya dibulatkan menjadi 1%.
Ingin tahu berapa banyak pengguna Steam yang memakai Linux? Jawabannya cukup mudah, 1% dari jumlah total pengguna Steam. Ironisnya presentase ini tidak bertahan lama dan bergeser dikisaran 0.8x%.
Jadi pengguna Linux pada Steam berkurang drastis bukan? Sayangnya tidak benar, hanya saja salah mengartikan data yang diperoleh. Valve menggunakan survey bulanan dengan random sampling sebagai metode surveynya. Nah disini letak menariknya, banyak pengguna Linux yang jarang atau sama sekali tidak mendapat survey. Dapat dibayangkan dengan jumlah pengguna Linux yang sudah jelas lebih sedikit dibandingkan pengguna sistem operasi lainnya. Dengan kata lain 1% itu baru jarang mendapat survey, bagaimana jika semua pengguna Linux mendapatkan survey pada bulan yang sama, baru presentase yang sebenarnya terungkap.
Tapi tetap saja penggunanya berkurang bukan? Dari 1% ke 0.8x%, sayangnya lagi-lagi tidak tepat. Saat terjadinya kemerosotan presentase itu ternyata dibarengi penambahan jumlah pengguna Steam yang signifikan. Jika dikaji dari Steam Dev Days 2016 terlihat bahwa pengguna baru ini didominasi dari benua Asia dan sayangnya sebagian besar tidak menggunakan Linux. Oh BTW apakah anda sadar angka tersebut berupa presentase? Walaupun Valve jarang mengungkap angka sebenarnya berapa jumlah total pengguna aktif Steam, data yang bisa didapatkan dari website Steam itu sendiri berkisar pada 100 juta pengguna Steam baik yang aktif dan pasif.
Kenapa blog ini di-reboot
Jika anda perhatikan terbitan lama blog ini, sudah jelas bahwa durasi waktunya sporadis. Alasan sebenarnya apa sih? Menulis itu susah, apalagi buatku yang bukan seorang penulis, hanya untuk mencari ide artikel saja kadang butuh waktu yang sangat lama, belum lagi menuangkan ide tersebut menjadi artikel dan mengecek ulang hal-hal teknis guna meminimalisir kesalahan prosedur. Oh tidak semua artikel di blog ini orisinal? Dengan kata lain sudah pernah dibahas oleh orang lain. Bukan berarti topik yang dibahas sama lalu kemudian dipukul rata sama isinya. Aku sendiri berusaha seorisinal mungkin dalam hal isi, gaya penulisan, tata bahasa, pengaturan paragraf dan sebagainya. Aku juga berusaha mengganti ritme terbitan blog ini, paling tidak sebulan ada terbitan artikel.
Kenapa game
Saat Valve merilis Steam untuk Linux pada bulan Februari 2013, aku iseng mencobanya pada Arch Linux -ya benar, iseng-. Game pertama yang kuinstall adalah Team Fortress 2 karena Free2Play alias gratis. Sempat vakum lebih dari satu tahun, akhirnya balik lagi pada pertengahan tahun 2014 sampai dengan saat ini.
Biar begini, aku ini dulunya gamers lho -waktu masih belum insyaf dan tersesat didalam rumah dengan satu jendela-. PC yang pertama kurakit berorientasi gaming, walaupun GPU nya bukan kelas atas -mahal euy- tapi bisa dibilang terbitan terbaru saat itu. Kemudian berkenalan dengan yang namanya Linux dan hal pertama yang kulakukan adalah bagaimana caranya menjalankan game dengan Wine. Sukses menjalankan Need For Speed Underground dengan Wine membuatku terpesona dengan Linux, dan seterusnya dan seterusnya...
Sekarang pengguna Linux sudah bisa bernafas lega, menginstall game cukup mudah tinggal klik sana klik sini beres. Dengan adanya topik umum yaitu game setidaknya blog ini ada nafas baru. Tentu saja tidak serta merta semua game baru jadi bahan terbitan, setidaknya dapat berupa format berita saja, bukan review mendalam. Hal ini mengingat keterbatasan-keterbatasan terutama keterbatasan dana, apalagi game triple A rilisan terbaru harganya tidak murah.
Sebagai penutup, diawal tahun 2017 memang sengaja aku membahas 1%, karena hal ini sungguh menggangguku.
Obral akhir tahun akhirnya datang juga, yang punya backlog mungkin ini waktunya menghamburkan uang yang sudah susah payah anda kumpulkan setahun ini.
Menyambung Steam Autumn Sale, nominasi game-game dari Steam Awards telah diumumkan. Dengan memilih game pada setiap kategori nominasi, anda mendapatkan 1 Steam Award Trading Card. 2 Steam Award Trading Card gratis bisa didapatkan dengan menjelajahi Discovery Queue. Jadi dalam satu hari tersedia 3 Steam Award Trading Card gratis yang dapat dijadikan badge atau dijual kembali di market. Untuk lebih mudahnya gunakan klien Steam daripada web browser.
Yang baru kali ini adalah adanya rekomendasi game dengan kategori "old school gems", "niche favorites", dan "make it your own". Entah esok apakah ada rekomendasi baru lagi atau tidak.
Lihat https://steamdb.info untuk daftar game yang mendukung Linux dan melihat sejarah harga diskon terendah sebuah game.
Linux Mint 18.1 "Serena" edisi Cinnamon dan MATE telah dirilis. Linux Mint 18.1 ditenagai Cinnamon 3.2 dan MATE 1.16, MDM 2.0, Linux kernel 4.4 dan memakai Ubuntu 16.04 sebagai basisnya. Linux Mint 18.1 merupakan rilis Long Term Support yang akan menerima pemutahkiran keamanan sampai tahun 2021. Linux Mint memilih strategi Long Term Support yang cukup unik yaitu :
* Sampai tahun 2018, versi Linux Mint mendatang akan menggunakan Linux Mint 18 sebagai basisnya.
* Sampai tahun 2018, tim pengembang berfokus pada basis yang sama dan tidak akan berpindah ke basis yang baru.
Karena Linux Mint merupakan Distro turunan dari Ubuntu, rupanya tim pengembang hanya menggunakan Ubuntu Long Term Support saja sebagai basis dari Linux Mint. Jadi untuk Linux Mint 19 bisa dipastikan berbasis Ubuntu 18.04 LTS. Menurutku hal ini merupakan langkah yang cerdik, mengingat jika pada setiap rilis selalu menggunakan basis yang baru -selalu mengikuti rilis Ubuntu- dengan rentang waktu setiap 6 bulan tentunya sangat merepotkan. Belum lagi daur hidup yang singkat tiap rilis yang juga memerlukan dukungan pemutahkiran tiap basisnya.
Apa yang baru dirilis kali ini :
Umum
* Peningkatan dan perbaikan pada Update Manager dengan penambahan kolom, label, dan keterangan yang lebih detail.
* Peningkatan dan perbaikan pada pengaturan bahasa dan metode masukkan.
* Peningkatan dan perbaikan pada Software Sources dengan penambahan cermin-cermin resmi.
* Peningkatan dan perbaikan pada MDM Display Manager.
* Banshee digantikan dengan Rhythmbox sebagai pemutar musik.
* Peningkatan artwork.
* Peningkatan dan perbaikan pada X-Apps meliputi Xed, Xplayer, Xreader, Xviewer.
Cinnamon 3.2
* Screensaver yang baru, ditulis ulang dari awal dengan Python. Fiturnya antara lain, tetap menggunakan latar belakangan desktop yang telah ditentukan, indikator baterai pada laptop, kontrol multimedia, dan notifikasi.
* Tampilan yang lebih bagus, perbaikan implementasi efek animasi pada latar belakangan desktop, jendela utama, dan menu serta dukungan efek suara pada notifikasi.
* Peningkatan dukungan perangkat keras, selain driver synaptics ditambahkan driver libinput untuk menangani masukkan. Ditambahkan juga dukungan accelerometer sehingga desktop kini dapat merotasi otomatis sesuai dengan perubahan orientasi perangkat.
* Panel vertikal.
* Applet sound kini dapat mengontrol beberapa aplikasi multimedia sekaligus.
* Navigasi keyboard pada menu utama.
* Pengguna Bumblebee kini dapat menjalankan aplikasi langsung dengan optirun dari menu utama.
* Perbaikan dan peningkatan lainnya.
Mate 1.16
* Beberapa komponen kini beralih ke GTK3 diantaranya daemon notifikasi, pustaka policykit, manajer sesi, terminal.
* Fungsi pencarian online pada menu utama "MintMenu" kini menggunakan DuckDuckGo, Wikipedia kini merujuk pada lokalisasi lokal.
Rekomendasi :
Metode mengunduh https://www.linuxmint.com/download_all.php jaran.undip.ac.id/linuxmint-iso/stable/18.1/
Ukuran image iso nya sebesar 1.7 GB untuk tiap edisi, gunakan cermin resmi Indonesia untuk memaksimalkan kecepatan unduhan. Namun jika kecepatan unduhan terasa lambat padahal koneksi internet anda cepat, lebih baik unduh saja melalui torrent resmi.
Upgrade atau instalasi baru?
Linux Mint 18.1 sejatinya dapat diupgrade dari Linux Mint 18, namun tidak disarankan dan resikonya ditanggung pengguna.
Siapa yang masih memakai Distro Linux 32-bit pada desktop? Mungkin sudah saatnya berpindah ke 64-bit. Apalagi untuk kebutuhan desktop terutama gaming, kapasitas memory yang terbatas bisa menjadi kendala. Hanya untuk kebutuhan web browser saja, memory 2GB tidaklah lagi mencukupi. Laptop bututku saja sudah tertanam memory 6GB, itupun masih terasa kurang.
Pemutahkiran klien Steam baru-baru ini ternyata secara diam-diam meniadakan dukungan 32-bit, bahkan tidak terdaftar pada changelog. Walaupun sebenarnya bukanlah menjadi masalah, mengingat sebagian besar pengguna Linux memakai Distro Linux 64-bit. Namun tetap ada saja kritisi, karena klien Steam itu sendiri merupakan aplikasi 32-bit. Jadi terasa aneh jika aplikasi 32-bit tidak dapat dijalankan pada Distro Linux 32-bit -yang secara teknis tetap bisa jalan-. Disisi yang lain tidak adanya klien Steam 64-bit juga menimbulkan pertanyaan, kapan Valve akan merilis versi 64-bit dari klien Steam?
Sebagai wawasan, aplikasi 32-bit tetap dapat berjalan pada Distro Linux 64-bit selama dependensi pustaka yang diperlukan tersedia. Untuk game-game yang tersedia pada Steam, beberapa rilis yang lama hanya menyediakan versi 32-bit saja. Bagi pengembang yang 'rajin' merilis baik 32-bit maupun 64-bit dari gamenya. Sedangkan game-game AAA biasanya hanya mendukung 64-bit saja, cukup wajar karena game seperti ini haus akan kapasitas memory yang besar.
By
sva_h4cky0
GeckoLinux secara teknis merupakan spin-off tidak resmi dari openSUSE, memodifikasi yang dianggap perlu. Media instalasi GeckoLinux berupa Live CD / DVD / USB dengan ukuran kurang lebih 1GB. Berfokus dengan edisi per lingkungan desktop, jadi cukup mengunduh edisi mana yang disukai. Anda dapat memilih baik GeckoLinux berbasis Leap atau Tumbleweed.
GeckoLinux dirilis sebulan setelah openSUSE Leap 42.2, hal ini wajar mengingat diperlukan penyesuaian karena adanya banyak perubahan pada openSUSE Leap itu sendiri. Perubahan yang paling mendasar adalah digunakannya Calamares sebagai pengganti YaST2 Live Installer yang telah dihentikan pengembangannya. Lingkungan desktop Budgie kali ini absen menunggu rilis utama tersedia pada repository. Untuk yang menyukai minimalis, tersedia edisi BareBones yang memakai Openbox.
Fitur-fitur GeckoLinux :
* Bukan distro turunan openSUSE, GeckoLinux tetaplah openSUSE.
* Berupa Live CD / DVD / USB, bisa diujicoba dahulu tanpa perlu menginstall.
* Ukuran image kurang lebih 1GB per edisi.
* Lingkungan desktop Cinnamon, Gnome, LXQT, Mate, Plasma, XFCE.
* Dukungan multimedia secara default dari Packman.
* Tweak pada konfigurasi font, tema, ikon, dll.
Baru beberapa hari yang lalu proyek Wine mengumumkan revisi utama Wine 2.0 yang diikuti dengan rilis kandidat yang pertama. CodeWeavers baru saja mengumumkan CrossOver 16.0.0 dengan menggunakan Wine 2.0 sebagai basisnya. CrossOver 16 menambahkan dukungan Microsoft Office 2013 baik versi lisensi standalone maupun langganan 365, namun Microsoft Project 2013, Visio 2013, dan Outlook 2013 belum sepenuhnya didukung. CrossOver 16 merupakan rilis pertama yang mendukung aplikasi Windows 64-bit.
CrossOver 16 juga membawa peningkatan fungsional pada Quicken, Microsoft Office 2010 suite, dan banyak aplikasi-aplikasi Windows lainnya termasuk game.
Pada rilis kali ini memperkenalkan model pembayaran satu kali selamanya ('One Lifetime' ) sekitar $499.95 USD, sedangkan lisensi satu tahun seharga $20.95 USD (harga regional Indonesia).
Tentang CodeWeavers
Perusahaan yang mendanai pengembangan proyek Wine. Para pengembang utama Wine sebagian besar merupakan karyawan CodeWeavers. Dengan membeli lisensi CrossOver berarti mendukung keberlangsungan proyek Wine.
Aku suka game bertemakan pembangunan kota, SimCity 4 merupakan salah satu game favoritku. Bahkan setelah migrasi ke Linux pun, aku masih memainkan SimCity 4 dengan Wine. Kalau sekarang sudah ada Cities: Skylines, keduanya berlatar pada masa modern dengan bangunan gedung pencakar langit yang megah. Namun bagaimana jika game bertemakan yang sama tapi berlatar pada abad pertengahan? Terdengar menyenangkan bukan?
Kingdoms and Castles
Terinspirasi dari seri SimCity, Banished, dan Stronghold. Kingdoms and Castles merupakan game tentang pembangunan kerajaan dari desa kecil hingga menjadi kastil yang mengagumkan dengan memperhitungkan juga aspek ketahanan pangan dan pertahanan keamanan dari serangan hewan buas dan musuh.
Dari segi grafis, game ini terlihat kekartunan namun tetap indah. Mungkin hal ini juga yang membuat game ini melesat ke peringkat lima teratas di Steam Greenlight dalam waktu hanya beberapa hari saja. Sayangnya sampai saat ini belum ada demonya, sehingga gaya permainannya belum begitu jelas.
Kingdoms and Castles sedianya akan dirilis pada kuartal kedua 2017 pada platform Linux, macOS, dan Windows.
Jika anda melihat semua video Steam Dev Days 2016, tentunya sudah tahu fitur baru yang akan ditambahkan ke klien Steam yaitu dukungan gamepad PlayStation 4 Dual Shock Controller. Setelah berkutat beberapa saat untuk uji coba di kanal Beta klien Steam, fitur ini akhirnya mendarat di kanal Stabil klien Steam.
Untuk menambahkan gamepad PS4, masuk ke Steam Big Picture Mode pada Add/Test Controller settings. Yang membuat konfigurasi kontroler pada Steam menarik adalah adanya dukungan kustomisasi yang fleksibel seperti pemetaan masukkan trackpad, gyro, tombol-tombol dll sebagai keluaran x-inputs, keyboard, mouse dan dapat digunakan sebagai set aksi, menu sentuh, menu radial dan sebagainya. Adanya dukungan profil per game juga mempermudah pemakaian gamepad dan profil tersebut juga dapat dibagikan ke komunitas. Rencana kedepan akan ditambahkan gamepad-gamepad lainnya, walaupun saat ini belum diketahui gamepad mana yang akan didukung mendatang.
Hal lain yang patut ditunggu adalah Steam Controller API yang telah diperkenalkan pada Steam Dev Days 2016. Pengembang game diharapkan mulai menggunakan Steam Controller API untuk dukungan gamepad. Kenapa hal ini penting? Bagi pengembang, tidak perlu repot menambahkan dukungan semua gamepad yang beredar dipasaran saat ini, cukup menggunakan Steam Controller API saja. Bagi pengguna, walaupun gamepad yang dimilikinya tidak sepenuhnya didukung -dimana pemetaan tombol-tombolnya berantakan-, cukup memetakan ulang pada konfigurasi Steam dan selama game yang dimainkan mendukung Steam Controller API maka pemetaan tombol-tombolnya akan benar sesuai dengan pengaturan bawaan game.
Bagi pengguna SteamOS diharapkan menggunakan versi termutakhir, seperti yang dijelaskan disini
Bagi pengguna Linux diharapkan menyesuaikan pengaturan udev, seperti yang dijelaskan disini
Genre: Indie, Strategy
Developer: Mimimi Productions
Publisher: Daedalic Entertainment www.shadow-tactics.com
Shadow Tactics merupakan game stealth taktis berlatar di Jepang pada periode Edo. Kendalikan tim yang terdiri dari spesialis mematikan dengan kepribadian yang berbeda, menyusup diam-diam diantara para musuh. Pilih langkah yang diambil ketika menginfiltrasi kastil, biara dipegunungan bersalju atau perkemahan tersembunyi dihutan. Pasang jebakan, racuni musuh atau menghindari kontak musuh.
Dirilis dengan dukungan Linux / SteamOS pada hari pertama. Bisa dibilang visualisasinya terlihat detail dan indah, cocoknya dimainkan pada layar yang lebar. Aku bukan penggemar game stealth taktis, mungkin lihat demonya dulu. Untuk demonya tersedia di Steam.
Type: DLC requires the base game to play
Genre: Indie, Simulation
Developer: SCS Software
Publisher: SCS Software
Walaupun American Truck Simulator baru dirilis pada awal tahun 2016, bukan berarti Euro Truck Simulator 2 ditinggalkan begitu saja. Secara konten Euro Truck Simulator 2 tetaplah menawarkan pengalaman yang lebih beragam dari banyaknya DLC mulai aksesoris sampai peta dan mods.
Ekspansi kali ini berupa DLC Perancis dengan fitur-fitur antara lain:
* Peta Perancis.
* 20,000 km jalan dan jalan tol baru.
* Bangunan dan tempat yang terkenal.
* 15 kota baru.
* Pemandangan pedesaan Perancis.
* Pengembangan vegetasi dan ekosistem hutan yang baru.
* Perusahaan lokal baru.
* Sistem tol Perancis.
* Industri baru termasuk daerah pembangkit nuklir.
* Kargo-kargo baru.
Berhubung Euro Truck Simulator 2 adalah salah satu game favoritku, DLC ini sudah masuk daftar incaran untuk Steam Winter Sale yang sedianya akan diselenggarakan dua minggu mendatang. Perlu diingat DLC ini memerlukan base game yaitu Euro Truck Simulator 2.
Pernahkah terbesit pertanyaan kenapa harus membeli lagi game di GOG kalau sudah membelinya di Steam?
GOG bukanlah reseller game key Steam, yang berarti jika membeli game dari GOG anda tidak akan mendapatkan Steam key, melainkan game berupa game DRM-Free. Jujur saja menurutku kalau GOG berupa reseller game key Steam plus DRM-Free, mungkin saja GOG lebih populer dibandingkan dari sekarang.
Ide dari GOG Connect adalah menggratiskan game yang ada di GOG jika anda sudah memiliki game yang sama pada Steam. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
* Hanya 1 akun Steam yang dapat dihubungkan dengan 1 akun GOG, dan sifatnya permanen tidak dapat diubah lagi.
* Pengaturan Steam Privacy Settings & Profile Status harus diubah ke public.
* Penawaran dari GOG Connect sifatnya terbatas dan dilakukan pada waktu yang tidak tentu.
* Game-game yang diikutsertakan pada GOG Connect tidak tentu, walaupun ada beberapa game yang berulangkali muncul.
Lara Croft GO merupakan game petualangan teka-teki turn based berlatar di dunia terlupakan. Jelajahi reruntuhan peradaban kuno, temukan rahasia-rahasia tersembunyi dan hadapi tantangan mematikan saat menyibak mitos ratu racun.
Setelah sukses dengan Hitman GO -yang juga tersedia untuk Linux-, game lain yang berasal dari platform mobile (Android dan iOS) kini hadir di PC. Lara Croft GO dibuat dengan menggunakan Unity Engine dan dirilis dengan dukungan Linux pada hari pertama. Square Enix merupakan salah satu perusahaan yang menunjukkan dukungan terhadap Linux sehingga harapan untuk seri Tomb Raider lainnya kemungkinan besar dapat terwujud -hint Rise of the Tomb Raider™ hint-.
Ya, aku tau GOG Winter Sale ini sudah berjalan beberapa hari...
Hanya toko online yang "waras" pasti berusaha menghindari Steam Winter Sale, jadi tidak mengherankan jika mereka mencuri start terlebih dahulu, toko online lainnya pun mengambil langkah yang sama.
Apa yang spesial dari GOG ?
* Konten DRM-Free, tanpa serial key, aktivasi key, proteksi dan lain-lain.
* Satu harga, manfaatnya terasa terutama bagi pelanggan Eropa (EU). Sayangnya tidak ada harga regional, jadi buat wilayah dengan rata-rata tingkat penghasilan per tahun yang rendah, harga di GOG lebih mahal dibandingkan dengan Steam.
* Garansi uang kembali, jika tidak bisa dimainkan.
* Ekstra seperti wallpaper, icon, dan lain-lain.
* Bundle dimana semakin banyak game yang dibeli dalam satu bundle semakin murah harganya.
* Tanpa Steam Key, game-game yang dibeli hanya di GOG saja.
Aku suka ide dibalik game DRM-Free, sayangnya aku kecewa dengan cara GOG memperlakukan pengguna Linux seperti absennya klien GOG Galaxy di Linux dan terutama dengan batalnya rilis The Witcher 3 di Linux oleh CD PROJEKT -induk perusahaan dari GOG- tanpa disertai alasan yang jelas.
Namun satu hal yang pasti, bagi penggemar game-game jadul -jaman dahulu- yang cocok dimainkan dengan Wine, game DRM-Free merupakan hal yang terbaik karena tanpa proteksi apapun.
Warhammer® 40,000™: Dawn of War® II
Genre: Strategy
Developer: Relic Entertainment, Feral Interactive (Mac/Linux)
Publisher: SEGA, Feral Interactive (Mac/Linux)
Game RTS yang berfokus pada tempo permainan yang cepat, Dawn of War II membawa kembali alam semesta fiksi ilmiah dari Warhammer 40,000 tidak seperti sebelumnya. Rasakan kebrutalan pertempuran saat bermain dalam kampanye tiap ras yang dipilih.
Mad Max
Genre: Action, Adventure
Developer: Avalanche Studios, Feral Interactive (Mac/Linux)
Publisher: Warner Bros. Interactive Entertainment, Feral Interactive (Mac/Linux)
Dalam game adaptasi dari film yang berjudul sama ini, anda berperan sebagai Mad Max yang berjuang bertahan hidup di dunia paska kehancuran. Eksplorasi open world dari sudut pandang ketiga guna mencari bahan untuk merakit kendaraan tempur yang hebat.
Game yang dirilis pada 2003 ini mendapatkan terapi Wine pada Linux. Aneh juga memang, tanpa insentif ekonomi kenapa dirilis juga. Lagipula game ini sering dibagikan secara gratis, jadi sudah jelas hampir tidak ada penjualan baru. Bukan berarti game ini jelek lho, secara keseluruhan reviewnya bagus.
Gunmetal Arcadia Zero
Genre: Action, Adventure, Indie
Developer: Minor Key Games
Publisher: Minor Key Games
Kombinasi dari game klasik CastleVania dan Zelda II, nostalgia jaman keemasan Nintendo jelas terlihat pada game ini.
Deus Ex: Mankind Divided dirilis hanya berselang dua bulan kemudian dari platform lain.
Pada tahun 2029, manusia bermekanik tergolong terasingkan, hidup sepenuhnya terpisah dari masyarakat. Adam Jensen yang ahli dalam pelaksana operasi terselubung, terpaksa beroperasi di dunia yang semakin membenci kaumnya. Dipersenjatai dengan arsenal termutahir, dia harus menempuh jalan yang benar, dengan siapa yang bisa dipercaya guna membuka kedok konspirasi dunia.
Football Manager 2017
Genre: Simulation, Sports
Developer: Sports Interactive
Publisher: SEGA
Game yang dirilis pada awal bulan November ini mendapatkan banyak kritikan negatif, untungnya masih ada Football Manager 2016. Bagi yang masih ragu, lebih baik mengunduh demonya terlebih dahulu.
Transport Fever
Genre: Simulation
Developer: Urban Games
Publisher: Gambitious Digital Entertainment
Dibuat oleh pengembang Train Fever, Transport Fever merupakan simulasi transportasi berbasis kereta api dengan cakupan yang lebih luas dari game sebelumnya Train Fever. Pemain membangun stasiun, bandara, pelabuhan dan mendapatkan penghasilan dengan menghubungkan area-area yang membutuhkan layanan transportasi.
Tyranny
Genre: Adventure, RPG
Developer: Obsidian Entertainment
Publisher: Paradox Interactive
Satu lagi game besutan Paradox Interactive yang dirilis secara serentak pada semua platform awal bulan ini. Di Tyranny, perang abadi antara kebaikan dan kejahatan sudah berakhir, dan kekuatan kejahatan yang dipimpin oleh Kyros memenangkan perang. Pasukan yang tidak berbelas kasih ini mendominasi di seluruh dunia, dan penghuni didalamnya harus mencari peran mereka di dunia yang hancur oleh perang.
Ittle Dew 2 adalah game aksi petualangan 3D yang lucu dan menggemaskan dengan berfokus pada eksplorasi dan pertempuran. Kalahkan monster-monster nya guna mengungkap rahasia di dunia.
Ghostlords
Genre: Adventure, Indie, RPG, Strategy
Developer: HelixFox Games
Publisher: HelixFox Games
Ghostlords merupakan strategi turn-based RPG yang bercerita tentang inggris paska kehancuran yang berhantu. Rasakan pengalaman dunia baru, tangkap arwah gentayangan dan bentuk tim penangkap hantu guna melawan kekuatan jahat.
Rilis terbaru dari seri WARHAMMER, game strategi fantasi yang menggabungkan kampanye turn-based pembangunan kerajaan dengan ledakan, kolosal, pertempuran realtime, yang semuanya berlatar dunia fantasi Warhammer.
Motorsport Manager
Genre: Racing, Simulation, Sports, Strategy
Developer: Playsport Games
Publisher: SEGA
Ada sedikit kesalah pahaman saat game ini dirilis yaitu depot Linux ternyata kosong sehingga tidak dapat dimainkan, baru dua minggu kemudian dukungan Linux mendarat. Satu lagi game AAA yang dirilis pada bulan ini. Pemain berperan sebagai manajer tim otomotif yang mengatur semua keputusan, membangun tim dari pengemudi, manajer, mekanik, desainer. Kustomisasi segala aspek dari kinerja kendaraan untuk memenangkan pertandingan.
Planet Explorers
Genre: Action, Adventure, Indie, RPG, Simulation
Developer: Pathea Games
Publisher: Pathea Games
Tahun 2287, satu pesawat dari koloni pertama tiba di planet Maria, yang terletak pada sistem bintang Epsilon Indi. Saat proses pendaratan, sesuatu muncul dihadapan pesawat yang mengakibatkan kehilangan kendali dan terjatuh ke planet. Beberapa kolonis selamat dengan pesawat cadangan, namun apa yang mereka temukan adalah wilayah yang penuh dengan makhluk yang siap memangsa pengunjung dari bumi. Sekarang orang yang selamat harus mengeksplorasi, mengumpulkan, membangun, menciptakan, bertempur dan membangun tempat tinggal yang baru.
Silence
Genre: Adventure, Indie
Developer: Daedalic Entertainment
Publisher: Daedalic Entertainment
Game point and click petualangan dimasa perang dengan visualisasi yang indah disertai naratif yang menyakinkan.
Overlord™ and the Overlord™: Raising Hell expansion
Genre: RPG
Developer: Triumph Studios, Virtual Programming
Publisher: Codemasters
Satu lagi game lama yang di-port Virtual Programming. Pemain berperan sebagai pemimpin dengan kekuatan yang sangat besar, apakah pemain mampu menahan godaan dari sisi gelap?
Visualisasinya mungkin terlihat sederhana atau konyol untuk grafis masa kini. Sekuel dari Lovely Planet yang masih mengandalkan FPS gaya jaman dahulu dengan petualangan yang mengandalkan keahlian dan kesabaran.
Starbound adalah game petualangan sandbox. Anda kabur dari rumah, hanya untuk tersesat di ruang angkasa dengan pesawat yang rusak. Satu-satunya pilihan adalah dengan turun ke planet terdekat untuk mengumpulkan bahan baku guna memperbaiki pesawat.
Kingdom Rush: Frontiers
Genre: Indie, Strategy
Developer: Ironhide Game Studio
Publisher: Ironhide Game Studio
Sekuel dari Kingdom Rush, game Tower Defense terbaik. Banyak peningkatan jika dibandingkan dengan pendahulunya, pahlawan baru, tower baru dan tentunya musuh baru. Secara pribadi ini adalah salah satu game favoritku di genre Tower Defense.
Steam Squad
Genre: Indie, Strategy
Developer: Bretwalda Games
Publisher: Bretwalda Games
Steam Squad merupakan game bergenre turn based strategy, yang bertempat di alam semesta alternatif dengan tema steampunk pada perang dunia pertama.
Axis Football 2016
Genre: Simulation, Sports
Developer: Axis Games
Publisher: Axis Games
Game simulasi football Amerika dengan cara mengoper yang inovatif dan kustomisasi yang leluasa.
This Is the Police
Genre: Adventure, Indie, Strategy
Developer: Weappy Studio
Publisher: THQ Nordic, EuroVideo Medien
This Is the Police adalah game strategi dan petualangan. Berperan sebagai kepala sektor kepolisian Jack Boyd. Pemain menentukan keputusan terhadap tindak kejahatan yang terjadi, menyelidiki suatu kasus namun disisi lain Jack harus segera mengumpulkan uang sebelum masa pensiun.
Stardew Valley
Genre: Indie, RPG, Simulation
Developer: ConcernedApe
Publisher: Chucklefish
Anda mewarisi sebidang lahan bekas perkebunan. Apa yang anda lakukan hanya dengan berbekal peralatan dan sedikit uang? Game ini sangat menyenangkan, tidak terikat sehingga bebas melakukan apa saja. Tidak suka berkebun? Memancing saja, atau lebih suka membasmi monster di pertambangan. Atau tidak melakukan apapun juga bisa, asalkan anda masih memiliki sedikit uang untuk bertahan hidup.
Construction Simulator 2015
Genre: Casual, Simulation
Developer: weltenbauer. Software Entwicklung GmbH
Publisher: astragon Entertainment GmbH
Game simulasi konstruksi yang serealistis mungkin dengan peralatan dan kendaraan yang nyata.
Kingdom: New Lands
Genre: Indie, Simulation, Strategy
Developer: Noio
Publisher: Raw Fury
Melanjutkan seri Kingdom yang memperoleh penghargaan dan sanjungan. Game 2D side scrolling dengan grafis pixel yang indah ini didukung dengan cerita yang menarik.
Worms W.M.D
Genre: Action, Strategy
Developer: Team17 Digital Ltd
Publisher: Team17 Digital Ltd
Dari seri hit klasik, Worms W.M.D kembali hadir dengan gambar tangan 2D, senjata baru, pengenalan meracik, kendaraan dan bangunan serta kembalinya gameplay dan beberapa senjata klasik.
Master of Orion
Genre: Strategy
Developer: NGD Studios
Publisher: WG Labs
Bagi penggemar game strategi 4X seri Master of Orion klasik tentunya senang dengan hadirnya reboot dari Master of Orion dari pengembang aslinya.
Rocket League®
Genre: Action, Indie, Racing, Sports
Developer: Psyonix, Inc.
Publisher: Psyonix, Inc.
Bagaimana jika sepakbola dipadukan dengan kendaraan? Hasilnya adalah Rocket League. Arena yang ada bermacam-macam dan kendaraannya pun bisa dikustomisasi. Walaupun sempat tertunda beberapa kali, port dari game satu ini bisa dibilang solid. Game ini sangat populer sehingga di-port ke semua platform termasuk konsol.
Kombinasi dari top-down shooter dan dapat dimainkan berulang kali tanpa batas dengan tingkatan prosedural.
Mother Russia Bleeds
Genre: Violent, Gore, Action, Indie
Developer: Le Cartel Studio
Publisher: Devolver Digital
Game yang sangat vulgar yang mengandung kekerasan ini tidak cocok dimainkan oleh anak-anak. Menggabungkan gaya klasik Streets of Rage dan Hotline Miami, berlatar di Uni Soviet yang keras.